Postingan

Menampilkan postingan dengan label renungan

Mengapa Kata-kata Negatif Begitu Gampang untuk Diucapkan?

Aku merasa sangat penasaran, sadarkah seorang manusia ketika ia sedang mengucapkan kalimat negatif kepada orang lain ataupun dirinya sendiri? Kurasa kita semua sama-sama tidak sadar pada saat itu, akan tetapi setelahnya kita bisa memilih untuk menyadarinya atau cukup mengabaikannya. Bukankah begitu? Manusia sangat gampang berkata negatif terutama kepada orang lain, kenapa? Apakah itu suatu bentuk justifikasi diri sendiri? Ataukah memang orang lain berhak untuk mendengar kata-kata itu dari mulut kita? Secara pribadi aku merasa bahwa kata-kata negatif yang tidak disertai dengan pembuktian dan penjelasan akan tindakan yang seharusnya dilakukan bukanlah sesuatu hal yang pantas untuk didengarkan oleh orang lain. Mengapa? Karena bisa jadi kata-kata negatif itu muncul secara subjektif dan pada kenyataannya sering seperti itu. Haruskah kita mengucapkan pemikiran buruk kita kepada orang lain hanya karena kita merasa tidak cocok dengan perilakunya? Padahal kita tidak mencerna perilaku itu d...

Filosofi Bocah: Galaunya Tanya

Alkisah, disuatu negeri yang masih sibuk mencari jati diri, hiduplah tiga sahabat dengan kepribadian berbeda yang memanggul dunia di punggung mereka dengan susah payah. Mencoba mencari apa yang baik dan benar untuk dilakukan, sembari merajut jalan menuju cita-cita. Mereka belajar setiap hari dengan kesungguhan yang luar biasa, seakan ilmu adalah permen coklat yang manis yang sayang jika harus dibuang.  Suatu hari, mereka dihadapkan pada dilema akan masa depan yang tak tampak ujungnya sedikitpun. Mereka resah akan kehidupan masa mendatang, yang datang tanpa diminta secara tiba-tiba. Ketiga sahabat itu, kini duduk menyandar pada sebuah pohon rindang, mencoba mencari jalan dari pikiran kusut mereka dengan menantang matahari yang bersinar terik di langit. Tanya: “Hei, seringkali aku berpikir akan jadi apa aku nanti? Dan setiap kali aku berpikir begitu, perutku terasa melilit hingga aku harus berhenti memikirkannya jika ingin merasa lebih baik.” Dijah: “Itu hal yang wajar. Ketika...