Postingan

Menampilkan postingan dengan label Wajib Baca

Mengapa Kata-kata Negatif Begitu Gampang untuk Diucapkan?

Aku merasa sangat penasaran, sadarkah seorang manusia ketika ia sedang mengucapkan kalimat negatif kepada orang lain ataupun dirinya sendiri? Kurasa kita semua sama-sama tidak sadar pada saat itu, akan tetapi setelahnya kita bisa memilih untuk menyadarinya atau cukup mengabaikannya. Bukankah begitu? Manusia sangat gampang berkata negatif terutama kepada orang lain, kenapa? Apakah itu suatu bentuk justifikasi diri sendiri? Ataukah memang orang lain berhak untuk mendengar kata-kata itu dari mulut kita? Secara pribadi aku merasa bahwa kata-kata negatif yang tidak disertai dengan pembuktian dan penjelasan akan tindakan yang seharusnya dilakukan bukanlah sesuatu hal yang pantas untuk didengarkan oleh orang lain. Mengapa? Karena bisa jadi kata-kata negatif itu muncul secara subjektif dan pada kenyataannya sering seperti itu. Haruskah kita mengucapkan pemikiran buruk kita kepada orang lain hanya karena kita merasa tidak cocok dengan perilakunya? Padahal kita tidak mencerna perilaku itu d...

HOW A NEGATIVE MIND RUIN YOUR MOMENT

" People might not realize when they start thinking negatively, indeed. But when we did, we have to overcome it no matter what. Because no one knows how long it will keep haunting our lives in the present and future ". Berpikir adalah hak masing-masing orang, karena manusia diciptakan Tuhan dengan keistimewaan akal yang lebih dibandingkan makhluk lain. Namun berpikir tidak selamanya menghasilkan seusatu yang benar. Lewat berpikir, manusia bisa berkarya, menghasilkan sesuatu yang tidak identik antara satu dengan lainnya. Karena masing-masing orang itu istimewa, satu dengan yang lain tak akan pernah ada yang sama. Begitupula arah pemikiran manusia. Beberapa orang cenderung berpikiran negatif, bukannya tidak boleh akan tetapi tidak baik. Berdasarkan pengalaman pribadi selama ini, jika kita berada di lingkungan yang cenderung dipenuhi oleh orang-orang yang berpikiran negatif, maka pikiran kita mau tidak mau akan tertuju pada pikiran negatif yang sama dengan kelompok mayoritas...

The Kingdom Out of Nowhere (Chapter VI)

Keesokan harinya, jadwal yang padat dan cuaca berawan menungguku yang sedang termangu di depan pintu rumah sambil memandangi ponsel yang berdering nyaring. Tidak tertera nama yang ku kenal, melainkan sebuah panggilan yang datang dari nomor tidak dikenal. Ku tekan tombol ponsel berwarna hijau dan mulai mendekatkannya ke telingaku sambil berjalan menuruni tangga depan menuju halaman parkir. “Ya, halo. Ada yang bisa dibantu?” ucapku sambil membuka pintu mobil dan memasukkan tas kerjaku ke dalam. “Oh, hai. Bagaimana kabarmu? Syukurlah kau mau mengangkat telponnya.” Tubuhku yang sedari tadi sibuk mendengarkan suara di seberang telpon membeku secara mendadak sesaat setelah aku mulai mengenali suara itu. Oh, Tuhan. Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana bisa dia tau nomorku? Dan apa yang dia inginkan? Oh, tidak..tidak.. Dia tidak boleh sampai curiga sedikitpun. Rencanaku bisa hancur berantakan. “Eehm. Hai, ini Clara. Maaf, tapi siapa ini?” “Oh ya ampun, aku terlalu senang sampai lupa ...

The Kingdom Out of Nowhere (Chapter V)

Seminggu sudah berlalu sejak kasus aneh dan misterius yang menimpa Mrs. Smith di desa kecil kami. Peristiwa menggemparkan yang membuat semua orang bersembunyi di rumahnya masing-masing saat malam tiba. Hari-hariku di sini semakin terasa lama dan membosankan, tidak ada lagi udara segar yang bisa kunikmati setiap pagi, tidak ada lagi suasana sunyi yang menentramkan hati di tempat tinggalku. Kini yang kuhirup setiap pagi adalah perasaan bersalah yang merasuk hingga ke ulu hatiku dan kesunyian yang mencekik setiap malamnya. Mengapa Mrs. Smith hilang begitu saja? Apa aku harus kembali ke sana untuk mencari tahu jawabannya? Kurasa hanya satu orang yang bisa kumintai tolong dan harus mau menolongku saat ini. Deru mobil yang melaju kencang menembus udara keras dari arah berlawanan membuatku tersadar dari pikiranku yang melayang jauh. Pagi ini aku memutuskan untuk kembali mencoba mengunjungi guruku, Mrs. Grundeweld. Bagaimanapun caranya aku harus masuk kali ini ke dalam rumahnya. Apapun yang...

The Kingdom Out of Nowhere (Chapter IV)

Tanpa bisa dihindari, aku kembali ke rutinitas baruku yang mulai kunikmati. Hari ini hari yang cerah dan sinar matahari bersinar ganas di atas langit menembus kulitku yang terlihat pucat terkena begitu banyak limpahan cahaya. Yah, walau bagaimanapun aku harus pergi. Hari ini jam berkunjung Mrs. Smith, tapi ia tidak datang. Entah kenapa firasatku mengatakan hal buruk akan terjadi hari ini, lagi. Kujalankan mobilku keluar dari parkir di depan klinik dan memacunya menuju arah rumah Mrs. Smith. Karena tidak ada pasien yang menunggu kurasa aku bisa menjenguk Mrs. Smith sebentar. Well, itu tidak terlalu berpengaruh karena sekarang memang seharusnya aku memeriksanya. Begitu sampai di depan rumahnya aku segera turun dan menghampiri pintu rumahnya yang terbuka lebar. “ Mrs. Smith, excuse me. Are you in there ?” Kutunggu hingga beberapa detik tapi tidak terdengar sahutan apapun. Aku mulai merasa khawatir.             “ Hello, anybody...

Read Me!!!

Bagi yang sudah pernah mampir ke blog ini, jangan lupa kunjungi akun tumblr ku juga yaa.. Klik disini! Terima kasih atas kunjungannya.. :)