Postingan

The Kingdom Out of Nowhere (Chapter IV)

Tanpa bisa dihindari, aku kembali ke rutinitas baruku yang mulai kunikmati. Hari ini hari yang cerah dan sinar matahari bersinar ganas di atas langit menembus kulitku yang terlihat pucat terkena begitu banyak limpahan cahaya. Yah, walau bagaimanapun aku harus pergi. Hari ini jam berkunjung Mrs. Smith, tapi ia tidak datang. Entah kenapa firasatku mengatakan hal buruk akan terjadi hari ini, lagi. Kujalankan mobilku keluar dari parkir di depan klinik dan memacunya menuju arah rumah Mrs. Smith. Karena tidak ada pasien yang menunggu kurasa aku bisa menjenguk Mrs. Smith sebentar. Well, itu tidak terlalu berpengaruh karena sekarang memang seharusnya aku memeriksanya. Begitu sampai di depan rumahnya aku segera turun dan menghampiri pintu rumahnya yang terbuka lebar. “ Mrs. Smith, excuse me. Are you in there ?” Kutunggu hingga beberapa detik tapi tidak terdengar sahutan apapun. Aku mulai merasa khawatir.             “ Hello, anybody...

Don't ever misjudge the 'weird' one!!!

Gambar
'Aneh' memang merupakan salah satu kata yang sering kali dihindari oleh manusia, setidaknya untuk diucapkan keras-keras. Banyak yang berpikir bahwa aneh adalah suatu keburukan. Entah karena pengertiannya itu sendiri, atau karena stereotype yang beredar di masyarakat mengenai kata tersebut. Salah satu diantara keduanya. Namun, di era yang semakin maju seperti saat ini keanehan merupakan hal yang sebaliknya dicari oleh kebanyakan orang. Barang-barang yang aneh laris manis di pasaran, tingkah laku yang aneh dijadikan panutan, berbagai macam kuliner aneh diserbu banyak peminat. Lalu, mengapa stereotype 'aneh' enggan hilang dari peraduannya dalam tatanan masyarakat? Padahal, masyarakatlah yang mencari keanehan itu sekarang. Tetapi aneh tetap saja dikucilkan. Sebenarnya, keanehan itu sendiri adalah suatu hal yang langka dan jarang ditemukan. Sebagaimana pengertiannya, segala sesuatu yang langka, ganjil, dan jarang ditemui adalah hal yang aneh. Aneh membuat lingkungann...

Menyambut Halilintar

Ada saatnya ketika manusia bertemu dengan cobaan hidup yang kian merundung bagai sebuah peribahasa, "sudah jatuh tertimpa tangga". Ada dua pilihan bagi kita untuk menghadapinya. Pilihan pertama diam dan berhenti mencoba, sedangkan pilihan yang kedua adalah terus mencoba tanpa mengenal kata menyerah. Banyak yang akan memilih pilihan kedua, mengapa? Karena pilihan pertama tidak tampak baik dan menguntungkan. Akan tetapi, setiap pilihan yang kita ambil akan membawa kepada ujung yang berbeda. Tidak ada salahnya memilih pilihan pertama jika itu bisa membuat kita sabar di masa depan. Tidak ada salahnya juga untuk memilih pilihan kedua jika bisa membawa kita menjadi manusia yang pantang menyerah. Allah SWT menyediakan banyak pilihan untuk dilewati dalam hidup kita masing-masing. Itulah ujian yang sesungguhnya, memilih satu pilihan diantara sekian jalan yang tersedia. Membuka satu pintu diantara sekian banyak pintu tertutup yang tidak terkunci. Memilih menyambut halilintar atau me...

The Kingdom Out of Nowhere (Chapter III)

Hoaaaahhhmmm... Hari ini aku libur kerja, meskipun sebenarnya mustahil untuk mendapatkan libur kerja mengingat jumlah dokter di klinik yang kurang begitu memadai, tapi bagaimanapun untunglah mereka punya manajemen yang baik sehingga masing-masing tetap punya kesempatan untuk berlibur walau hanya sehari. Liburanku saat ini harus kumanfaatkan dengan baik. Setidaknya aku harus menyelesaikan tur-ku yang sempat tertunda gara-gara jadwal kerja yang padat. Tapi, pagi ini aku terbangun dari mimpi yang tidak terlalu meyenangkan. Semoga saja mimpi itu tidak keluar dari alam bawah sadarku hari ini. Pertama-tama, akan kumanfaatkan waktu liburku untuk mengunjungi rumah seorang mantan guruku. Meskipun rumahnya berada di kota sebelah, Pucha, setidaknya jika menggunakan mobil dari sini mungkin hanya akan memakan waktu sekitar 1,5 jam. Kegiatan selanjutnya akan kupikirkan nanti. Pukul 08.00 pagi aku mulai mengendarai mobilku menuju ke rumah Mrs. Grundeweld dan seperti perkiraan, pukul 09.30 tepa...

The Kingdom Out of Nowhere (Chapter II)

9 years later.. Ahhhh, lega sekali bisa ada disini lagi. Kurasa terlalu lama tinggal di kota membuat kulitku jadi kusam karena polusi. Sama seperti 9 tahun yang lalu, desa ini tidak terlalu banyak mengalami perubahan sebagaimana dulu saat aku masih tinggal disini. Masih sangat jelas di ingatanku bagaimana rasanya hidup disini, masa-masa yang indah dan penuh kenangan. Sembilan tahun memang waktu yang lama, namun sepertinya tidak ada perubahan signifikan yang terjadi disini. Tetap tenang, damai dan yang paling penting bagiku adalah udaranya yang menyegarkan. Agak sedikit konyol bukan, ketika kau bisa kembali ke tempat dimana kau lahir dan dibesarkan namun yang kau rindukan hanya sebatas udaranya yang segar. Entahlah, aku hanya terlalu suka udara disini. Hari ini adalah hari peringatan kematian ibuku. Lima tahun yang lalu, meskipun ibuku meninggal di Manhattan, tetapi ayah bersikeras untuk memakamkannya di desa ini. Yah, kurasa banyak kenangan indah antara mereka berdua disini yang ...

Mengapa setiap pergantian tahun selalu muncul kata "REVOLUSI"?

Tak disangka, sekarang aku sudah menginjak tahun 2015. Dua puluh tahun telah berlalu semenjak aku dilahirkan. Setiap tahun demi tahun berganti, episode-episode perjalanan hidup yang kualami pun berganti. Dulu ketika aku kecil, pergantian tahun merupakan sebuah momen yang menyenangkan, membahagiakan, dan penuh dengan perayaan. Pergi kesana, nonton disini, jalan-jalan kesitu, semuanya demikian menarik. Hingga tak disadari, pergantian tahun menjadi momen khusus bagiku waktu itu. Namun, setelah beranjak dewasa seperti sekarang, pergantian tahun tidak lagi semenyenangkan sebelumnya. Memang, pergantian tahun adalah sesuatu yang tak pernah luput untuk dirayakan. Akan tetapi perayaan pergantian tahun ku kini berbeda jauh dengan apa yang kulakukan dulu. Tidak lagi ada perjalanan-perjalanan yang dilakukan cuma-cuma, tidak ada lagi film yang layak untuk ditonton bersama, tidak ada lagi nafsu untuk menghabiskan malam dengan memakan makanan ringan yang dimasak di rumah bersama. Kekhawatira...

Seperti Ayam yang Ingin Terbang

Cara pandang kita terhadap dunia disekitar adalah salah satu hal yang menentukan bagaimana tingkah laku kita. Di usiaku yang menginjak 20 ini, meskipun aku suka berkhayal, tapi rasionalitas adalah hal yang utama. Dalam kotak pikiranku ayam terbang mungkin memang ada, tapi aku yakin secara sadar bahwa ayam tidak bisa terbang, setidaknya tidak jauh dan tidak tinggi. Seperti halnya ayam yang ingin terbang, aku juga punya beberapa keinginan dan khayalan yang sepertinya tidak mungkin bisa kuwujudkan. Bukan karena terlalu pesimis atau tidak berani mengambil resiko hidup, tapi karena khayalan ini benar-benar khayalan semata, lain halnya dengan mimpi yang bisa terwujud suatu saat. Namun, selama kita masih hidup di dunia ini, kurasa tidak ada salahnya untuk berkhayal. Khayalan-khayalan itulah yang kutuliskan menjadi sebuah cerita. Dari cerita itulah aku membuat khayalanku menjadi hidup. Meskipun kemampuan menulisku tidak terlalu baik, tapi berhasil membentuk untaian-untaian kalimat yang me...